Showing posts with label Kanker. Show all posts
Showing posts with label Kanker. Show all posts

Sunday, 15 September 2013

Menyusui Lindungi Ibu dari Kanker Payudara?

JAN29

Menyusui Lindungi Ibu dari Kanker Payudara?

Kanker Payudara. tlife.gr


Menyusui anak dengan durasi lebih dari enam bulan akan melindungi wanita dari kanker payudara dalam jangka waktu yang panjang. Syaratnya, si ibu bukanlah perempuan perokok. Berdasarkan penelitian terbaru, merokok dapat menghambat manfaat menyusui, sehingga ada perbedaan sekitar 10 tahun dalam diagnosis dengan pasien kanker payudara yang tidak merokok. "Dan semua itu tergantung berapa lama mereka menyusui anak-anaknya," tulis situs Health Day, 15 Agustus 2013.


Mereka yang tidak merokok dan tidak menyusui, atau menyusui tak lebih dari tiga bulan, rata-rata didiagnosis mengidap kanker payudara pada usia 58 tahun. Sementara wanita yang tidak merokok dan menyusui lebih dari enam bulan, baru dinyatakan mengidap kanker payudara pada usia rata-rata 68 tahun. "Namun perempuan yang menyusui lebih dari enam bulan tapi merokok, didiagnosis dengan penyakit ini pada rata-rata usia 47 tahun."


Menurut peneliti University of Granada, Spanyol, Emilio Gonzalez-Jimenez, perempuan tidak merokok dan menyusui lebih dari enam bulan terdiagnosis kanker payudara lebih lama. Sekitar 20 tahun kemudian, ketimbang perempuan merokok, tidak menyusui, atau menyusui kurang dari enam bulan. "Meski banyak penelitian menghubungkan antara kehamilan dengan risiko kanker payudara, tapi hasil riset pada efek perlindungan menyusui terhadap penyakit ini menunjukkan hasil yang saling bertentangan," kata Gonzalez-Jimenez.


Tim Gonzalez-Jimenez meneliti catatan kesehatan lebih dari 500 wanita berusia 19 hingga 91 tahun. Mereka merupakan perempuan yang didiagnosis atau mendapat pengobatan kanker payudara dari 2004 hingga 2009, di Rumah Sakit Universitas Granada.


Dalam penelitiannya, ilmuwan menemukan hubungan antara menyusui dengan usia saat terdiagnosis kanker, tapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat. Hubungan ini terjadi ketika ada faktor keturunan dalam keluarga. Penelitian lain menunjukkan hubungan antara merokok dengan kanker payudara.


Direktur Breast and Gynecologic Cancer di American Cancer Society, Debbie Saslow, mengatakan riset ini berskala kecil. Sebab, hanya 26 perempuan tidak merokok dalam penelitian ini yang menyusui lebih dari enam bulan. Sementara penelitian sebelumnya menunjukkan hasil temuan yang beragam. "Banyak hasil riset menunjukkan bahwa menyusui memberikan efek perlindungan melawan kanker payudara, tapi efek ini kecil dan efeknya lebih lama jika Anda menyusui lebih lama," kata Saslow.


American Cancer Society memperkirakan lebih dari 234 ribu kasus kanker payudara terdiagnosis selama 2013. Sekitar 40 ribu kematian diperkirakan akan terjadi tahun ini akibat penyakit itu.


Berdasarkan data U.S Centers for Disease Control and Prevention, sebanyak 77 persen anak Amerika disusui ibunya pada saat dilahirkan. Namun dari bayi kelahiran 2010, hanya 49 persen yang masih menyusui saat berusia enam bulan dan hanya 27 persen yang masih disusui ketika berumur 12 bulan.


 


View the original article here


continue reading

Friday, 10 February 2012

7 Makanan Sehat untuk Penderita Kanker Payudara

JAN29

Peneliti di University of North California menemukan fakta bahwa wanita yang memasukkan aktivitas olahraga ringan dalam gaya hidup mereka bisa meningkatkan peluang bertahan dari kanker payudara--jika mereka didiagnosis terkena penyakit ini.


Selain melakukan olahraga rutin, mengkonsumsi makanan sehat juga terbukti membantu menurunkan risiko terkena penyakit kanker. Cek daftar makanan terbaik untuk melawan kanker di bawah ini:


1. Wortel
Wortel kaya akan beta-karotin, antioksidan yang sangat kuat menjaga kesehatan perut, prostat, dan mengusir kanker paru-paru.


2. Kubis/kol
Sayuran ini mengandung indole-3-carbinol yang dikatakan bisa melawan kanker.


3. Brokoli
Brokoli dikenal luas sebagai sayuran pelawan kanker karena enzim glucoraphanin yang dikandungnya melindungi tubuh dari kanker usus besar.


4. Tomat
Merupakan sumber kaya antioksidan-lycopene, yang memproteksi tubuh dari berbagai sel kanker. Tomat juga mengandung vitamin C yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.


5. Bawang Putih
Bukan hanya rasanya yang membuat masakan kita lezat, tapi mengkonsumsi bawang putih juga merupakan cara pintar untuk mencegah kanker masuk ke dalam tubuh kita.


6. Biji rami
Biji rami mengandung antioksidan yang kuat yang disebut "ligan" yang membantu sel-sel tubuh tetap sehat dan aman dari sel-sel mengandung kanker. Biji ini juga mengandung omega-3 yang dipercaya mencegah kanker usus besar.


7. Blueberry
Disebut sebagai salah satu makanan yang mengandung antioksidan tertinggi, blueberry menjaga agar sel-sel tubuh sehat dan penuh oksigen, sehingga menjauhkan tubuh dari serangan sel-sel kanker.


 


 


View the original article here



continue reading

Wednesday, 8 February 2012

Anggur Merah Bisa Cegah Kanker Payudara

JAN29

Sabtu, 07 Januari 2012 | 18:08 WIB

TEMPO.CO, Los Angeles - Para peneliti menemukan anggur merah bisa menjadi satu faktor pencegah timbulnya kanker payudara pada perempuan. Dalam suatu penelitian, diketahui bila perempuan yang meminum anggur merah sebanyak dua kali sehari mengalami perubahan hormonal. Perubahan itu meniru efek obat yang biasa digunakan untuk mencegah kanker payudara.


Hasil penelitian yang dirilis Journal of Women's Health menyatakan anggur putih tidak memiliki efek yang sama seperti anggur merah terhadap kanker payudara. Meski anggur putih tersebut dikonsumsi dengan jumlah yang sama seperti anggur merah, itu tidak akan memberi efek serupa.


Sebelumnya, para peneliti telah memperingatkan kaum Hawa agar tidak mengkonsumsi alkohol. Sebab mereka menemukan bahwa alkohol dapat meningkatkan risiko perempuan terserang kanker.


"Satu dari delapan perempuan yang mengkonsumsi alkohol tiga kali seminggu, berisiko terserang kanker," tulis penelitian tersebut.


Anggur putih atau minuman beralkohol diyakini dapat mengubah androgen, hormon laki-laki seperti testoteron yang beredar di darah perempuan, menjadi estrogen. Dan semakin tinggi paparan estrogen, risiko terkena kanker payudara semakin meningkat.


"Sedangkan anggur merah beda. Dia memblokir proses perubahan androgen menjadi estrogen sehingga fungsinya seperti obat pencegah kanker atau inhibitor aromatase."


Dan semua proses pencegahan itu bukan karena alkohol yang terdapat dalam anggur merah, tapi disebabkan zat fitokimia, seperti yang ditemukan dalam buah anggur, jus anggur, serta sari biji anggur. Menurut penelitian itu, resveratrol merupakan satu fitokimia yang ditemukan dalam anggur merah, berfungsi mencegah proses pembentukan sejumlah penyakit.


View the original article here


continue reading

Saturday, 28 January 2012

Lima Makanan Pencegah Kanker

JAN29

Dengan memilih makanan yang baik, kanker sebenarnya dapat dicegah. Berikut lima makanan yang dapat membunuh sel kanker.


1. Blueberry, Acaiberry, Raspberry, dan Cranberry


Ketiga buah ini memiliki warna gelap yang berasal dari phytochemical. Zat ini  melindungi serangan berbagai jenis kanker. Para peneliti di University of Florida menemukan bahan aktif dalam Acaiberry merusak sel-sel kanker. Blueberry mengandung senyawa yang menyebabkan sel kanker hati merusak diri. Dalam penelitian lain, Cranberry ditemukan bisa melawan kanker ovarium. Studi yang dilaporkan pada pertemuan tahunan American Chemical Society menemukan bahwa sel-sel kanker ovarium enam kali lebih sensitif bila terkena suatu senyawa dalam cranberry.


2. Teh Hijau


Salah satu bahan kimia nabati pertama yang dipelajari untuk antikanker adalah catechin. Bahan ini terdapat dalam teh hijau yang dikenal bisa mencegah dan mengurangi kambuhnya kanker payudara dan kanker lainnya. Dua cangkir sehari teh hijau sudah cukup untuk mencegah kanker.


3. Brokoli dan Kubis


Peneliti Inggris tahun lalu membuat berita dengan sebuah studi yang menunjukkan bahwa pria dengan tanda-tanda awal kanker prostat bisa dicegah dengan mengonsumsi brokoli empat kali seminggu.


4. Bawang putih


Lebih dari 30 penelitian selama bertahun-tahun menunjukan sifat antikanker pada bawang putih. Sejauh ini terfokus pada kanker pencernaan. Namun, bawang putih muncul untuk melindungi terhadap semua jenis kanker, termasuk kanker payudara dan kanker prostat.


Menurut National Cancer Institute, orang yang mengkonsumsi bawang, semakin rendah risikonya perut dan kanker kolorektal. Para ilmuwan telah mengisolasi dua bahan aktif dalam bawang putih, allicin dan belerang alil. Dua bahan ini mencegah dan melawan kanker pada hewan dan manusia


5. Tomat


Peneliti dari Harvard, Edward Giovannucci, me-review 72 studi the National Cancer Institute dan menyimpulkan likopen, bahan yang terkandung dalam tomat , mengurangi risiko berbagai macam kanker, terutama kanker prostat, payudara, paru-paru, dan usus besar.


View the original article here


continue reading

Friday, 27 January 2012

Olahraga Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara

JAN29

foto

Para wanita aktif yang rajin berolahraga memperoleh dua keuntungan, yakni peluang terkena kanker payudara menurun drastis dan, jikapun terkena, peluang untuk meninggal dunia akibat penyakit ini pun turun tajam hingga 40 persen.


Penelitian terbaru oleh tim dari University of North California ini juga menemukan wanita yang memasukkan aktivitas olahraga ringan dalam gaya hidup mereka bisa meningkatkan peluang untuk bertahan dari kanker payudara--jika mereka didiagnosis terkena penyakit ini.


Studi ini berawal pada akhir 90-an, yakni mengevaluasi kebiasaan berolah raga dari 1.508 wanita yang menderita penyakit kanker. Setelah lima tahun, para peneliti menelusuri kembali para wanita tersebut untuk melihat jumlah yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut dan mereka yang bertahan.


Ternyata ditemukan bahwa para wanita yang secara rutin melakukan olah raga sejak masa puber hingga usia dewasa berpeluang 36 persen lebih rendah untuk meninggal dunia akibat kanker dibandingkan mereka yang tak pernah berolah raga.


Para peneliti yang melakukan studi yang dipublikasikan di European Journal of Cancer Prevention yakin bahwa olahraga membantu menciptakan sistem kekebalan tubuh yang kemudian membantu  membunuh sel kanker.


“Studi ini memberikan bukti bahwa aktivitas fisik secara rutin sebelum terdiagnosis kanker payudara meningkatkan peluang untuk bertahan hidup,” kata seorang peneliti seperti dikutip laman Huffington Post edisi 16 Desember 2011.


Di Inggris, sekitar 48 ribu wanita didiagnosis dengan kanker payudara dan rata-rata 12 ribu orang di antaranya meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Satu dari sembilan wanita di Inggris juga berpeluang terkena penyakit kanker payudara dalam hidupnya.


Selain melakukan olahraga rutin, mengkonsumsi makanan sehat juga terbukti membantu menurunkan risiko terkena penyakit kanker.


View the original article here



continue reading

Tuesday, 24 January 2012

Perokok Berisiko Rentan Kanker Kulit

JAN29

Sebuah penelitian menemukan bila perempuan yang merokok secara aktif berisiko lebih besar menderita kanker kulit sel skuamosa dibandingkan dengan perempuan tidak merokok. Perempuan yang merokok selama 20 tahun dua kali lebih besar berisiko terkena kanker kulit sel skuamosa.


Para pria perokok juga berisiko terkena kanker kulit sel skuamosa. Bahkan, mereka juga berpotensi terkena kanker kulit sel basal.


Moffitt Cancer Center Department, Tampa, Florida, melakukan penelitian tentang kanker paru-paru. Menurut kepala penelitian, Dana Rollison, kulit sel skuamosa ini bisa dilihat dari permukaan kulit yang berwarna cokelat-merah, bersisik, kadang menyerupai bercak, dan berkeropeng seperti kudis. Sedangkan kanker kulit sel basal dimulai dari tumor seperti benjolan yang licin dan sangat kecil.


Rollison menjelaskan, para peneliti belum mengetahui apa penyebab perbedaan risiko merokok tersebut terhadap kulit perempuan dan laki-laki. "Padahal, baik perempuan perokok ataupun pria perokok, kedua-duanya terpapar sinar matahari. Satu faktor utama dari kanker kulit," katanya.


Dana mengatakan, perbedaan risiko ini kemungkinan karena perbedaan hormonal pria dan wanita. Keberadaan hormon estrogen pada perempuan diduga mempengaruhi metabolisme nikotin dan kemampuan tubuh memperbaiki kerusakan pada DNA.


"Kemungkinan besar, hormon estrogen pada perempuan yang berperan besar terhadap perbedaan dampak itu," ujar dia.


Penelitian ini dilakukan terhadap 700 sampel pria dan wanita. Di antaranya 383 orang merupakan pasien kanker kulit dan 315 peserta yang tidak mengidap kanker kulit. Kepada peneliti, seluruh peserta diminta menjelaskan tentang kebiasaan merokok mereka, seperti berapa tahun mereka menghisap rokok.


"Dari penelitian itu, diketahui bila semakin sering seseorang merokok, maka kemungkinan mereka mengidap kanker kulit semakin besar," kata Dana.


Ahli kulit dari Yale University Medical School, Jeffrey Dover, mengatakan tidak aneh bila lelaki perokok berisiko lebih besar mengidap kanker kulit dibanding perempuan. Selain terpapar asap rokok, sinar matahari juga berperan aktif terhadap timbulnya kanker itu.


"Lelaki cenderung tidak menggunakan krim antisinar matahari. Dan tiap hari mereka menghembuskan asap rokok yang mengandung karsinogen ke mukanya. Maka, tidak aneh mereka terkena kanker kulit," kata Jeffrey.


View the original article here


continue reading

Thursday, 12 January 2012

Kanker Ternyata Penyebab Utama Kematian Global

JAN29

foto
Sel kanker. novosti.rs
Penyakit Kanker ternyata kini dinyatakan sebagai salah satu penyebab utama kematian global. Berdasarkan data World Health Organization pada 2010, angka kematian akibat kanker mencapai 13 persen (7,4 juta) dari semua kematian setiap tahunnya.
Repotnya, 70 persen dari angka kematian itu disumbangkan warga dari Negara berpenghasilan rendah dan menengah. Diprediksi, angka kematian ini bakal meningkat secara signifikan jika tanpa pencegahan. " Pada 2030, kematian akibat kanker akan bisa mencapai sekitar 13 juta per tahun di seluruh dunia" kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Endang, kecenderungan ini lebih mencolok di negara Asia dimana jumlah kematian per tahun pada 2002 sebesar 3,5 juta jiwa dan diperkirakan meningkat menjadi 8,1 juta jiwa pada 2020. Pada 2008, tercacat ada 700 ribu kasus kanker baru di negara-negara anggota ASEAN dan setengah juta kematian akibat kanker terjadi di tahun yang sama. Meskipun demikian, menurut para ahli kanker, pasien hanya mendapat kurang dari 0,5 persen dari pembiayaan kesehatan publik.
Di Indonesia sendiri, kata Menteri Endang, kanker menjadi penyebab kematian nomot tujuh. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2007, kematian akibat kanker sebesar 5,7 persen setelah stroke, Tuberculosis, hipertensi, cidera, perinatal, dan diabetes mellitus. Berdasarkan data yang sama, prevalensi tumor adalah adalah 4,3 per 1000 penduduk. Jenis kanker tertinggi di rumah sakit seluruh Indonesia pasien rawat inap tahun 2008 adalah kanker payudara (18,4 persen) serta kanker leher rahim (10,3 persen).
Menurut Endang, besarnya permasalahan kanker tersebut ditambah lagi dengan kondisi sebagian besar (hampir 70 persen) kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut. Ini menyebabkan selain angka bertahan hidup (survival rate) yang rendah juga akan menyerap anggaran yang cukup besar. “Dari data penyerapan PT Askes, kanker menempati urutan keempat penyerapan biaya rawat jalan dan tindak lanjut pada tahun 2010,” ujar Endang
AMIRULLAH


View the original article here

continue reading

Wednesday, 11 January 2012

Hepatitis Cikal Bakal Kanker!

JAN29

Setiap jenis penyakit seharusnya jangan pernah dianggap sepele. Seperti misalnya hepatitis, ketika menunjukan suatu kondisi dari hati yang mengalami peradangan. Kebanyakan masyarakat masih kurang peduli dan cuek dengan penyakit yang satu ini, karena menganggap dampak yang ditimbulkan tidak langsung dan memakan waktu cukup lama.
"Harus diberitahukan bahwa hepatitis ini adalah cikal bakal untuk menjadi kanker mungkin orang akan takut sedikit," ujar Prof Dr H Ali Sulaiman, PhD, SpPD-KGEH, Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jumat, (24/6/2011).
Menurut Ali, berdasarkan Study of chronic hepatitis C prevalence in health care professionals tahun 2008, sekitar 3,4 juta populasi Indonesia terinfeksi hepatitis C. Dan sekitar 2 juta terinfeksi virus genotipe 1 (sulit diterapi).
"Hepatitis C ada genotipnya, jadi jenis 1 dan 2. Jenis 1 (satu) adalah yang terbanyak dan susah diobati," ujarnya.
Sedangkan untuk pengobatan genotipe 1, Ali menuturkan, bisa dilakukan dengan menyuntikan pegasys. Namun harga untuk obat ini masih tergolong sangat mahal. Bayangkan saja, sekali suntik Pegasys, berkisar antara 1-2 juta rupiah.
"Padahal untuk genotip 1 (satu) itu harus disuntik 48 kali," ujarnya.
Mengingat masih mahalnya biaya pengobatan tersebut, Ali berharap dengan bantuan dari pemerintah, obat tersebut bisa dibuat generik.
"Barangkali itu harapan kami dalam upaya kalau memang kita mau melaksanakan upaya pemberantasan hepatitis B dan C," katanya.
Untuk pengendalian hepatitis tidak bisa jika hanya memprioritaskan salah satunya saja, apakah itu hepatitis B atau C. Karena keduanya menurut Ali sama-sama penting dan dapat berakibat fatal bila tidak ditangani dengan tepat.
"Karena dua-duanya sama-sama jadi kanker," lanjutnya.
Hepatitis dapat disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya infeksi virus, parasit, bakteri, zat-zat kimia, auto imunitas, obat terlarang juga alkohol. Hepatitis B dan C dapat berkembang menjadi sirosis dan kanker hati, bahkan dapat menyebabkan diperlukannya transplantasi hati. Kabar baiknya adalah hepatitis B dapat dicegah melalui vaksinasi, dan kebanyakan infeksi hepatitis C dapat disembuhkan.

View the original article here

continue reading

Monday, 12 December 2011

Separuh Kasus Kanker Terjadi Akibat Gaya Hidup

JAN29

Gaya hidup ternyata membuat seseorang bisa menderita penyakit kanker. Menurut data dari Cancer Research Inggris, tembakau adalah penyebab tertinggi dengan kasus mencapai 23 persen (pada pria) dan 15,6 persen (pada wanita) dari seluruh kasus penyakit kanker yang terjadi sepanjang tahun. Penyebab berikutnya adalah kurangnya makan sayuran dan buah-buahan pada makanan pria serta kelebihan berat badan pada wanita.Hasil temuan ini dipublikasikan di British Journal of Cancer seperti dikutip oleh laman BBC online edisi 7 Desember 2011. Penulisnya mengatakan analisis ini merupakan yang terlengkap dari yang pernah ada sebelumnya.
Menurut ketua penulis, Prof. Max Parkin, “Banyak orang yakin bahwa kanker diturunkan secara genetis atau merupakan sebuah takdir, dan itu menjadi seperti lucky draw bagi siapa saja yang terkena.”
Namun, kata dia, “Melihat semua bukti, jelas bahwa sekitar 40 persen dari semua kasus kanker disebabkan oleh sesuatu yang kita semua mempunyai kekuatan untuk mengubahnya.”
Untuk pria, tutur Parkin, saran terbaik adalah berhenti merokok sembari memperhatikan berat tubuhnya. “Kami tidak mengira bahwa mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran ternyata penting dalam melindungi tubuh dari penyakit kanker. Sementara pada wanita kami tidak menduga bahwa kelebihan berat badan lebih berisiko ketimbang alkohol.”
Secara keseluruhan 14 faktor gaya hidup dan lingkungan, seperti lokasi tempat tinggal dan pekerjaan yang dilakukan--kombinasi keduanya--menyebabkan 134 ribu kasus kanker di Inggris per tahun. Sekitar 100 ribu (34 persen) dari kasus kanker ada hubungannya dengan kebiasaan merokok, diet, alkohol, dan kelebihan berat badan. Satu dari 25 kasus kanker terkait dengan pekerjaan seseorang, seperti terpapar bahan kimia atau asbes. Selain itu beberapa faktor risiko kanker sudah diketahui secara luas, seperti merokok yang berkaitan dengan kanker paru-paru. Sementara yang lain kurang dikenal.
Sebagai contoh, untuk kanker payudara, hampir 10 risiko datang dari kelebihan berat badan atau obesitas. Tidak peduli apakah kelebihan berat badan itu akibat menyusui atau karena faktor lain. Setelah itu barulah disebabkan oleh minuman beralkohol.
Para peneliti mendasarkan kalkulasi prediksi terjadinya kasus ini berdasarkan pada 18 jenis kanker berbeda yang terjadi selama 2010 di Inggris. Data yang digunakan selama 15 tahun dari 1993 hingga 2007.
Dr. Rachel Thompson dari World Cancer Research Fund mengatakan laporan tersebut menambahkan bahwa, ”Sekarang terbukti dengan sangat kuat risiko terjadinya kanker adalah gaya hidup kita.”
Sedangkan Dr. Harpal Kumar, Chief Executive dari Cancer Research Inggris, mengungkapkan bahwa menjalani gaya hidup sehat tidak menjamin seseorang tidak akan terkena kanker. Namun, kata dia, hasil studi ini menunjukkan, ”Kita bisa mengurangi kebiasaan buruk kita.”


View the original article here

continue reading