Showing posts with label Wanita. Show all posts
Showing posts with label Wanita. Show all posts

Tuesday, 20 August 2013

Waktu Paling Seksi Para Wanita

JAN29

foto

Sebuah survei menyimpulkan bahwa sekitar pukul 23.00 atau 11 malam pada Sabtu malam adalah waktu yang paling umum untuk wanita merasa paling mudah jatuh cinta. Namun, bagi sebagian besar wanita, bercinta di tempat tidur bukanlah sebuah kegiatan yang ingin dilakukan.


Sebanyak 40 persen dari seribu wanita yang menjawab pertanyaan kuesioner dari majalah Women’s Health ini mengakui mereka melakukan alfresco sex alias melakukan hubungan seks di luar. Bercinta di luar ruangan disebut sebagai rangsangan ‘paling menarik’ diikuti dengan bercinta saat jam kerja dan di pantai, demikian diungkapkan oleh Huffington Post.


Ditemukan pula bahwa para wanita Inggris di wilayah barat daya, barat laut, dan Skotlandia adalah wanita yang paling merasa puas secara seksual, dengan perbandingan, empat dari lima wanita mengaku puas dengan kehidupan seks mereka.


Sebaliknya, kehidupan cinta wanita Irlandia adalah yang paling tidak menyenangkan, dengan kurang dari sepertiga wanita yang mengaku puas dengan kehidupan seksual mereka. Namun lebih dari 40 persen wanita Irlandia mengatakan, mencoba untuk bercinta lebih dari tiga kali seminggu.


Menurut hasil survei Women’s Health Magazine, sepertiga dari wanita di London dan Welsh juga mengaku bercinta lebih dari tiga kali seminggu. “Menarik mengetahui bahwa sebagian besar wanita Inggris merasa senang melakukan hubungan seksual, baik di dalam maupun di luar ruangan... seperti diungkapkan dalam survei kami,” kata Farrah Storr, editor majalah tersebut.


Sumber: tempo

continue reading

Friday, 1 June 2012

Kafein Ubah Kadar Estrogen Wanita

JAN29

Kafein bisa mengubah kadar estrogen di tubuh wanita. Akan tetapi, kafein memiliki efek yang berbeda antara wanita Asia dan wanita berkulit putih. Demikian studi terbaru mengungkapkan.


Lebih dari 250 wanita berusia 18 hingga 44 tahun menjadi bagian dari penelitian yang dilakukan antara 2005 hingga 2007. Rata-rata para partisipan itu mengkonsumsi 90 miligram kafein per hari atau setara dengan satu cangkir kopi berkafein.


Estrogen adalah hormon reproduksi yang diproduksi oleh ovarium. Wanita Asia yang mengkonsumsi rata-rata 200 miligram atau lebih kafein per hari (setara dengan dua cangkir kopi) meningkat kadar estrogennya dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi kurang dari itu. Namun, wanita berkulit putih yang mengkonsumsi jumlah kafein yang sama memiliki kadar estrogen lebih rendah ketimbang mereka yang mengkonsumsi kurang dari jumlah tersebut.


Sedangkan wanita berkulit hitam yang mengkonsumsi 200 miligram atau lebih kafein per hari meningkat kadar estrogennya. Namun, temuan ini tidaklah signifikan secara statistik, kata para peneliti dari U.S National Institutes of Health.


Kafein yang dikonsumsi oleh wanita dalam penelitian ini berasal dari berbagai sumber, seperti kopi, teh hitam, teh hijau, dan soda berkafein. Temuannya menjadi sedikit berbeda ketika para peneliti mempertimbangkan sumber kafein secara individual.


Mengkonsumsi 200 miligram kafein dari kopi mencerminkan semua temuan. Tetapi konsumsi soda berkafein atau teh hijau lebih dari satu cangkir per hari ada kaitannya dengan kadar estrogen yang lebih tinggi di semua kelompok wanita. Demikian diungkapkan oleh penelitian yang dipublikasikan secara online di American Journal of Clinical Nutrition edisi Februari 2012.


Meski demikian, perubahan kadar estrogen akibat mengkonsumsi minuman berkafein tidak berpengaruh pada ovulasi wanita, kata para peneliti yang juga mengikuti siklus haid para wanita tersebut selama dua periode.


Menurut peneliti, sekitar 89 persen wanita Amerika berusia 18 hingga 34 tahun mengkonsumsi kafein setara dengan 1,5 atau dua cangkir kopi per hari. “Hasil ini mengindikasikan bahwa konsumsi kafein di antara wanita berusia subur dipengaruhi kadar estrogen,” kata Enrique Schisterman dari Division of Epidemiology, Statistics, and Prevention Research di U.S. National Institute of Child Health and Human Development seperti dikutip Health Day edisi 26 Januari 2012.


“Dalam jangka pendek, variasi dalam kandungan estrogen di antara kelompok yang berbeda-beda tidak menunjukkan efek yang jelas,” kata Schisterman.


View the original article here



continue reading