Showing posts with label Mudah. Show all posts
Showing posts with label Mudah. Show all posts

Tuesday, 8 October 2013

Karyawan Tingkat Menengah Lebih Mudah Stres

JAN29

Bekerja dalam waktu yang lebih lama dari biasanya berisiko meningkatkan stres pada tubuh yang tidak disadari. Peningkatan ini lebih sering terjadi pada karyawan di tingkatan menengah dibandingkan dengan atasannya.


Waktu kerja tidak memiliki dampak yang mencolok pada kesehatan mental karyawan yang telah berada pada posisi pimpinan. Hal ini karena kontrol yang lebih ketat diberlakukan pada pekerja yang berada di tingkatan menengah.


"Saat bekerja, seorang karyawan dikontrol terlalu ketat. Maka, harus ada kegiatan lain yang dilakukan sebagai selingan," ujar Kepala Departemen Phsychiatry, Universitas Negeri Pennsylvania, kepada CNN, Kamis, 26 Januari 2012. "Saya pun akan melakukan kegiatan yang saya sukai sebentar selama saya mengerjakan sesuatu yang berat dalam satu hari," ujarnya.


Beberapa peneliti menyebutkan, terlalu lama di kantor dapat menyebabkan tekanan dan konflik di beberapa segi kehidupan ikut bertambah. Salah satunya konflik internal dalam keluarga. Akibat penambahan ini, stres secara perlahan ikut merembati proses fisiologis tubuh, yakni mengacaukan produksi hormon kortisol dalam tubuh.


Hormon kortisol dikeluarkan tubuh untuk merespon stres dan saat tubuh mengalami tingkat gula darah yang rendah. Fungsi utama hormon ini adalah meningkatkan gula darah, menekan sistem kekebalan tubuh, serta membantu metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat dalam tubuh.


Selain itu, semakin lama seseorang berada di kantor, waktu tidurnya juga akan berkurang. Bila dibiarkan ritme kerja mereka seperti itu, tingkat depresi pada diri seseorang akan bertambah. "Bagaimanapun tidur menjadi kunci indikasi apakah seseorang mengalami depresi atau tidak. Saya sangat fokus pada gejala ini," ujar Gelenberg.


Menurut Gelenberg, waktu bekerja yang dimiliki seorang pekerja tidak boleh lebih dari 11 jam. Apabila waktu bekerja dilakukan lebih dari 11 jam setiap hari, tanpa sadar tubuh sedang menimbun depresi dari waktu ke waktu.



View the original article here


continue reading

Monday, 2 September 2013

Cara Mudah Pengobatan Malaria dengan Laser

JAN29

Nathan Myhrvol, seorang ahli biologi dan patologi mengungkapkan sinar laser dapat membunuh bibit malaria pada darah. Myhrvol menyampaikan temuannya pada acara TED Talk tahun 2010, kemudian menuliskan kelanjutan temuan tersebut di The Hufftington Post.


Myhrvol menjelaskan, ide awalnya dia mengaplikasikan teknologi tingkat tinggi untuk mengatasi permasalahan kesehatan dunia. kemudian bekerjasama dengan Bill Gates dalam sebuah proyek yang disebut sebagai Global Good. "Untuk menyelamatkan kehidupan manusia," kata Nathan.


Bersama Bill Gates, Myhrvol kemudian mengembangkan laser yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit malaria. Temuan ini diwujudkan dalam sebuah alat yang bisa 'menyuntikkan' radiasi laser ke dalam sel darah. Seperti yang diketahui, bibit penyakit malaria berkembang dalam darah, sehingga dengan memanfaatkan laser untuk memanipulasi darah akan bisa mengurangi, bahkan menghilangkan bibit penyakit malaria yang tengah berkembang.


Alat ciptaan Myhrvol diklaim sudah menunjukkan keberhasilan di Afrika, sehingga sebentar lagi alat ini akan diproduksi secara komersial. Konsumennya tentu saja adalah tenaga kesehatan dan rumah sakit di wilayah yang memungkinkan gejala malaria masih berkembang.


 


View the original article here



continue reading