Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Friday, 27 January 2012

Olahraga Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara

JAN29

foto

Para wanita aktif yang rajin berolahraga memperoleh dua keuntungan, yakni peluang terkena kanker payudara menurun drastis dan, jikapun terkena, peluang untuk meninggal dunia akibat penyakit ini pun turun tajam hingga 40 persen.


Penelitian terbaru oleh tim dari University of North California ini juga menemukan wanita yang memasukkan aktivitas olahraga ringan dalam gaya hidup mereka bisa meningkatkan peluang untuk bertahan dari kanker payudara--jika mereka didiagnosis terkena penyakit ini.


Studi ini berawal pada akhir 90-an, yakni mengevaluasi kebiasaan berolah raga dari 1.508 wanita yang menderita penyakit kanker. Setelah lima tahun, para peneliti menelusuri kembali para wanita tersebut untuk melihat jumlah yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut dan mereka yang bertahan.


Ternyata ditemukan bahwa para wanita yang secara rutin melakukan olah raga sejak masa puber hingga usia dewasa berpeluang 36 persen lebih rendah untuk meninggal dunia akibat kanker dibandingkan mereka yang tak pernah berolah raga.


Para peneliti yang melakukan studi yang dipublikasikan di European Journal of Cancer Prevention yakin bahwa olahraga membantu menciptakan sistem kekebalan tubuh yang kemudian membantu  membunuh sel kanker.


“Studi ini memberikan bukti bahwa aktivitas fisik secara rutin sebelum terdiagnosis kanker payudara meningkatkan peluang untuk bertahan hidup,” kata seorang peneliti seperti dikutip laman Huffington Post edisi 16 Desember 2011.


Di Inggris, sekitar 48 ribu wanita didiagnosis dengan kanker payudara dan rata-rata 12 ribu orang di antaranya meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Satu dari sembilan wanita di Inggris juga berpeluang terkena penyakit kanker payudara dalam hidupnya.


Selain melakukan olahraga rutin, mengkonsumsi makanan sehat juga terbukti membantu menurunkan risiko terkena penyakit kanker.


View the original article here



continue reading

Monday, 23 January 2012

Seks Membantu Olahraga

JAN29

Erat hubungan antara bangku di pusat kebugaran dan ranjang di kamar tidur kita. Keduanya seperti bejana berhubungan yang saling mempengaruhi. Semakin aktif kita mengencangkan otot di gym, semakin aktif pula aktivitas di atas ranjang. demikian juga sebaliknya. Hanya mitos yang mengatakan bahwa seks akan mengendurkan otot dan membuat kita loyo.


Hormon
Apa yang menghubungkan ranjang dan bangku gym? Hormon testosteron. Ya, inilah jembatan yang membuat kedua aktivitas itu bisa saling mempengaruhi. Ini adalah hormon kejantanan yang terimbas oleh latihan dan seks.


Selama ini, yang kita pahami, hormon testosteron amat terkait dengan seks. Artinya, saat hormon ini tinggi, maka gairah seksual juga tinggi. Sebaliknya, saat hormon testosteron mulai berkurang—baik karena usia atau penyakit—maka gairah seksual pun melorot drastis. Biasanya, jika sudah melorot, dokter menyarankan suntikan sulih hormon.


Angkat Beban
Tapi sulih hormon bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan hormon testosteron. Ada cara lain yang lebih menyehatkan: angkat beban. Ya, saat pria melakukan latihan angkat beban, tingkat testosteron dalam tubuhnya akan melonjak tinggi. Tapi, jangan terlalu ngotot, karena latihan yang berlebih (overtrain) akan menyebabkan tubuh lemas dan hormon testosteron pun menurun.


Tapi, sebaliknya, jangan pula latihan terlalu ringan. Mengangkat beban yang asal-asalan tak akan berdampak apa-apa terhadap produksi hormon ini. Untuk memancingnya berproduksi, kita harus mengangkat beban sampai batas maksimum. Beban yang berat adalah kuncinya. Jadi, kita harus berada di tengah-tengah antara undertrain dan overtrain. Ingat umur juga. Latihan beban di atas 40 tahun tak terlalu berdampak—kecuali Anda telah terbiasa latihan beban sejak umur 20-an.


Squat
Selain angkat beban, latihan squat juga dipercaya mampu meningkatkan hormon testosteron. Sebenarnya, ini tak beda dengan latihan beban, hanya kita menggunakan tubuh sendiri untuk melatih otot pinggul dan paha.


Mulai dari Ranjang
Banyak orang yang begitu fokus pada latihan di gym hingga mengurangi aktivitas ranjang. Asumsinya, jika tenaga terkuras oleh kegiatan seksual, maka latihan di fitness center akan berkurang. Ini salah. Yang terjadi justru sebaliknya: seks yang aktif akan membantu pembentukan otot. Kok bisa?


Lagi-lagi ini soal hormon testosteron. Saat orgasme, otak memerintahkan hormon testosteron untuk menyebar ke seluruh bagian tubuh lewat aliran darah. Pelepasan inilah yang membuat kita lega setelah bercinta. Nah, semakin banyak hormon testosteron yang dibagi ke seluruh tubuh, semakin produktiflah pembentukan jaringan otot.


Rileks
Langsung latihan setelah seks amat bagus. Tapi tak semua orang bisa melakukannya. Ada yang semakin kuat setelah bercinta, ada yang butuh istirahat beberapa jam. Demikian juga sebaliknya.


Jika Anda terserang stres hingga tak bernafsu untuk berhubungan ranjang, silakan latihan dahulu. Banyak orang yang bisa mengendurkan stres dengan latihan. Nah, begitu stres berkurang, libido baru akan berani muncul.


View the original article here


continue reading

Monday, 12 December 2011

3 Menit Olahraga Bisa Cegah Diabetes

JAN29

Jum'at, 09 Desember 2011 | 18:28 WIB

TEMPO.CO, Inggris - Temuan terbaru mengungkapkan bahwa hanya satu menit olahraga per hari bisa mencegah terjadinya diabetes. Melakukan sprint tiga kali seminggu ternyata cukup untuk mencegah, bahkan mungkin mengobati diabetes tipe 2.

Para peneliti dari University of Bath di Inggris meminta para relawan untuk melakukan dua kali 20 detik sprint saat bersepeda, tiga kali seminggu. Setelah enam minggu, para peneliti yang bernaung di bawah departemen kesehatan universitas itu melihat peningkatan hingga 28 persen dari fungsi insulin.

Diabetes tipe 2 terjadi akibat level gula dalam darah meningkat mencapai level yang tinggi sehingga membahayakan. Ini terjadi akibat menurunnya fungsi insulin. Kerap kali hal tersebut disebabkan kurang beraktivitas. Kondisi tersebut bisa mengancam kelangsungan hidup dengan terjadinya komplikasi pada jantung, ginjal, mata, dan anggota badan lainnya.

Olahraga rutin ternyata dapat membantu menjaga kadar gula dalam darah tetap rendah. Namun gaya hidup yang sibuk dan kurangnya motivasi membuat 66 persen dari populasi tidak cukup waktu untuk melakukan 30 menit olahraga per minggu. Hasil penelitian ini dipublikasikan di European Journal of Applied Physiology.

Dr Niel Vollaard, yang memimpin penelitian tersebut, berkata, “Otot kita mempunyai ‘toko gula’ yang disebut glikogen, yang digunakan saat berolahraga.” Untuk mengisinya kembali setelah berolahraga, otot-otot harus mengambilnya dari darah. “Pada orang yang tidak aktif, kebutuhan ototnya lebih sedikit, yang bisa menurunkan sensitivitas insulin. Tingginya kadar gula darah bisa menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2,” ujar dia seperti dikutip Daily Mail edisi 8 Desember 2011.

Menurut Dr Vollaard, “Kita sudah mengetahui bahwa latihan sprint yang sangat intensif bisa meningkatkan sensitivitas insulin, tapi kami juga ingin melihat apakah aktivitas olahraga bisa dibuat lebih mudah dan lebih pendek waktunya.”

Dengan pemanasan sebelum dan pendinginan sesudah berolahraga, total waktu yang dibutuhkan pada setiap sesi hanyalah 10 menit. Dikatakan Dr Vollaard, “Kita tahu bahwa tidak ada cara yang lebih cepat dan lebih mudah untuk menggunakan glikogen selain sprint pendek yang kita gunakan dalam penelitian ini.”

Dr Vollaard menambahkan, sprint tersebut bisa memecahkan glikogen dalam waktu 20 detik, sementara olahraga dengan kecepatan sedang membutuhkan waktu satu jam. “Ini adalah sesuatu yang benar-benar baru. Tak seorang pun pernah menemukan bahwa sebuah program yang mudah dalam waktu yang pendek bisa memberikan manfaat kesehatan,” ujar dia. Bahkan, lanjut dia, olahraga ini bisa dilakukan di tempat kerja.

Hanya, olahraga jenis ini tidak cocok untuk menurunkan berat badan karena sprint terlalu pendek waktunya untuk bisa membakar banyak kalori. Namun secara umum, kesehatan akan meningkat.

ARBA’IYAH SATRIANI



View the original article here



Peliculas Online

continue reading