Showing posts with label Menguap. Show all posts
Showing posts with label Menguap. Show all posts

Thursday, 16 February 2012

'Tertular' Menguap Wujud Interaksi Sosial

JAN29

PERNAH “tertular” menguap karena teman menguap? Faktanya, menguap hanya akan “menular” kepada orang yang kita kenal saja. Studi baru yang dilakukan University of Pisa, Italia, terhadap 480 kasus menguap 109 responden dari Amerika Utara, Asia, Afrika, dan Eropa menemukan menguap yang “menular” ialah wujud empati sosial dan membantu seseorang berinteraksi dengan orang lain.


Meski masih belum ditemukan alasan menguap bisa “menular”, tapi ternyata menguap yang “menular” mengintrepretasikan perasaan orang lain. Demikian seperti disitat Genius Beauty, Senin (9/1/2012).


Reaksi seseorang terhadap orang yang menguap tergantung dari bagaimana kedekatan hubungan di antara keduanya. Kasus “tertular” menguap tertinggi terjadi di antara anggota keluarga, disusul oleh kejadian di antara teman.


Keinginan menguap setelah melihat orang yang belum dikenal menguap terjadi pada 1 di antara 10 orang. Itu berarti, tak butuh waktu lama untuk menularkan menguap kepada orang terdekat.


 


View the original article here



continue reading

Monday, 12 December 2011

Mengapa Menguap Bisa Menular?

JAN29

Jum'at, 09 Desember 2011 | 18:45 WIB

TEMPO.CO, - Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa burung-burung menguap bersama-sama. Sementara itu, para peneliti menemukan bahwa menguap lebih mudah menular di antara anggota keluarga atau teman, ketimbang dengan orang yang tidak dikenal.

Kita semua tahu bahwa ketika seseorang menguap, yang lain bisa dengan segera ikut menguap. Namun mengapa fenomena ini terjadi, belumlah diketahui secara jelas.

Temuan terbaru mengungkapkan bahwa empati sosial mempunyai peran penting di sini. Para ilmuwan menemukan bahwa menular tidaknya menguap tergantung dari kuat tidaknya ikatan antara orang-orang yang berada di suatu tempat. Anggota keluarga adalah yang paling mungkin untuk memicu penularan menguap ini, diikuti oleh teman-teman, kemudian baru orang asing atau yang tidak dikenal.

Para peneliti dari Italia, seperti dikutip laman Huffington Post edisi 8 Desember 2011, menghabiskan waktu satu tahun untuk merekam menguapnya 109 orang dewasa--53 pria dan 56 wanita--dari seluruh dunia. Partisipan dibagi dalam kategori ‘triggers’ yang lebih dulu menguap serta ‘observers’ yang merespons dengan menguap.

Secara keseluruhan, ada 480 contoh di mana seseorang yang menguap bisa memicu orang lain di dekatnya untuk menguap dalam waktu tiga menit. Kesimpulan dari artikel yang ditulis di jurnal online Public Library Science ONE ini, menurut penulisnya Dr Ivan Norscia dan Dr Elisabeta Palagi dari University of Pisa, “Anggota keluarga adalah pemicu terbesar menguap, baik dari sisi terjadinya maupun dari frekuensi terjadinya.”

ARBA’IYAH SATRIANI



View the original article here



Peliculas Online

continue reading