Sunday, 5 February 2012

Cantik tanpa Banyak Polesan

JAN29

foto


Scarlett Johansson pernah meraih gelar artis Hollywood dengan kecantikan paling alami. Yang memberikan gelar ini adalah para makeup artist tersohor di sana. Kulit muka artis berusia 27 tahun itu memang selalu terlihat bersih tanpa noda. Makeup yang ia pakai pun tidak pernah berlebihan, hanya menonjolkan bagian bibirnya yang tebal dan penuh.


Makeup artist Indonesia, Qiqi Franky, menilai gaya makeup seperti itulah yang bakal menjadi tren tahun ini. "Kosmetik hanya penunjang," katanya ketika dihubungi kemarin.


Tentu saja, untuk bisa mengikuti tren ini, ia mengatakan, kulit harus bagus dan sehat. Menurut Qiqi, tren ini muncul karena banyak produk perawatan kulit yang dipasarkan di masyarakat.


Dengan keberhasilan perawatan itu, banyak wanita sekarang memilih penampilan yang lebih alami. "Jadi kecantikannya muncul dari dalam dan luar juga," kata Qiqi.


Karena itu, polesan muka tidak perlu berlebihan, cukup memberi alas bedak yang halus, sewarna kulit, dan sedikit terang. "Kalau bisa mengandung serum dan vitamin," ujar Qiqi, "supaya kulit tidak kering."


Beri pewarna pipi yang cerah, seperti merah muda, supaya kesan lembut dan segar terlihat. Kemudian, pada bagian mata, gunakan warna-warna natural, seperti hijau, biru, coral, dan gradasi pastel.


Jika ingin terlihat lebih formal, bisa digunakan warna biru atau hijau yang lebih terang atau glowing. Pada bagian tulang pipi, gunakan warna tembaga (bronze) supaya muka semakin cerah.


Untuk bibir, warna merah masih menjadi tren tahun ini. Tapi cobalah warna buah manggis atau merah anggur yang lebih gelap supaya terlihat semakin segar dan muda.


Kalau tidak suka memakai makeup berlebihan, Qiqi menyarankan, para wanita bisa tetap memakai alas bedak yang mengandung tabir surya. Ia menilai banyak wanita lupa akan pentingnya produk perawatan kulit ini.


Baik bekerja di dalam maupun luar ruangan, tabir surya tetap penting. "Supaya kulit terlihat bercahaya dan segar," ujar Qiqi.


 



 


View the original article here




 


 

continue reading

Saturday, 4 February 2012

Cegah Alzheimer dengan Rajin Berlatih

JAN29

foto


Selama manusia hidup, otak akan terus bekerja. Kerja otak yang terus-menerus bisa saja membuka kemungkinan bagi otak untuk rusak dan menderita gejala Alzheimer. Namun berdasarkan sebuah penelitian Alzheimer atau kepikunan berat dapat dicegah dengan rajin berlatih otak.


"Genetik hanyalah salah satu faktor penyebab Alzheimer. Namun pilihan pada gaya hiduplah yang menentukan seseorang akan cepat atau lambat menderita gejala alzheimer," ujar Gary Small, dokter yang menulis buku tentang program pencegahan Alzheimer.


Dalam bukunya Small menuliskan program yang dilakukan guna meningkatkan kemampuan otak. Antara lain kegiatan ringan seperti membaca, bermain catur, mengingat kata, dan menyusun puzzle.


"Ada empat faktor, melatih mental, melatih fisik, diet yang sehat, dan memanajemen stres. Jika bisa menjalankan itu semua, akan tercipta suatu sinergi yang dapat Anda rasakan hasilnya, dan dapat memotivasi Anda untuk jangka waktu yang lama," ujar Small.


Dalam bukunya berjudul Alzheimer's Prevention Program, Small juga menyebutkan beberapa makanan yang diyakini dapat mengurangi risiko terkena alzheimer. Small menegaskan, yang terutama dari itu semua, seseorang harus menjalankan gaya hidup sehat.


 


 


 


View the original article here



continue reading

Friday, 3 February 2012

Daging Sapi Merah untuk Diet

JAN29

foto


Diet bisa dilakukan tidak hanya dengan mengkonsumsi sayur dan buah. Sebuah penelitian di Michigan yang dilakukan American Journal of Clinical Nutrition memberikan alternatif lain dengan cara mengkonsumsi daging sapi tanpa lemak selama berdiet.


Penelitian ini melibatkan 36 orang dengan kolesterol tinggi yang memakan empat menu diet berbeda dalam waktu lima minggu. Empat menu diet yang diikuti peserta adalah menu diet sehat Amerika yang menggunakan minyak lebih banyak, menu diet dash yang hanya mengizinkan peserta mengkonsumsi sayur dan buah, dan dua menu potongan daging sapi merah dengan jumlah kalori yang sama.


Hasilnya, dibanding dengan diet sehat Amerika dan diet dash yang sehat dan hanya berbasis pada sayur dan buah, diet daging sapi merah lebih efektif menurunkan kadar LDL (kolesterol buruk) dalam darah. Rata-rata 129 sampai 200 mg/dl pada setiap peserta.


Diet daging sapi merah dilakukan dengan cara mengkonsumsi 4 sampai 5,5 ons daging sapi tanpa lemak yang dibakar atau direbus setiap hari. Daging yang dikonsumsi haruslah daging yang berada di bagian atas tubuh sapi, bahu, atau 95 persen bagian perut ramping sapi.


Namun tidak semua orang setuju dengan hasil penelitian ini. Profesor dari Boston University serta juru bicara Akademi Nutrisi dan Diet, Sargent College of Health and Rehabilitation, Joan Salge Blake, menyatakan perlu ada orang yang mengawasi secara ketat metode diet daging sapi tanpa lemak ini.


"Harus ada yang memastikan bahwa porsinya harus tepat dan kecil dan apakah ini juga termasuk diet yang baik untuk kesehatan jantung," ujar Salge Black.


Sanggahan yang sama juga disampaikan Dr. Elizabeth Jackson, asisten profesor di Fakultas Kedokteran di University of Michigan. "Diet seperti itu sangat baik dilakukan, tapi hal ini sangat sulit bila dijelaskan dengan ilmu gizi," ujar Jackson.


 


 


View the original article here



continue reading

Thursday, 2 February 2012

Depresi Berakibat Menopause Dini

JAN29

Jumlah kasus menopause dini meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Para ginekolog mengindikasikan bahwa stres dan makanan tidak sehat sebagai penyebabnya.


"Stres menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan menopause," kata Ranbir Singh, ginekolog dari Bhopal Test Tube Baby Centre atau Pusat Tes Bayi Tabung Kota Bhopal, seperti dikutip Indiatimes.


Menurut Ranbir, depresi amat signifikan menyebabkan menopause datang lebih awal. Ia mencontohkan, ada seorang birokrat berusia 35 tahun sudah mengalami menopause akibat stres.


Archana Tripathi, ginekolog dari Tripathi Chirayu Medical College mengatakan, ancaman itu nyata. Tren ini diindikasi akibat makanan yang mengandung zat tertentu yang kerap dikonsumsi perempuan. "Saya menemukan perempuan yang mengalami menopause di awal 40 tahun. Padahal, umumnya antara 45-52 tahun," ujarnya.


Vinita Bahel, seorang dokter dari BHEL Kasturba Hospital, juga memiliki kesimpulan sama dengan Archarna. Ia menyatakan, potensi menopause dini diindikasi dialami perempuan yang terpapar makanan yang mengandung pestisida. Kandungan beracun pada makanan itu, kata Vinita, membuat tubuh perempuan mengalami perubahan hormon. "Hal ini juga ditambah jadwal kerja yang tidak menentu," tuturnya.


Para ginekolog sepakat obesitas yang timbul dari kebiasaan makan yang tidak sehat juga menjadi faktor utama menopause dini. Mereka menyarankan perempuan diet sehat, olahraga, dan memerangi depresi.


Sebuah studi yang dilakukan oleh Bangalore-based Institute for Social and Economic Change (ISEC), mendapati ada hampir 4 persen perempuan mengalami menopause dini antara usia 29-34 tahun. Sementara ada 8 persen di rentang usia 35-39 tahun.


Temuan ini dianggap mengejutkan. Pasalnya, menopause yang normal dimulai antara usia 45 dan 55 tahun dengan usia rata-rata sekitar 51 tahun di seluruh dunia. Menopause dini juga menempatkan perempuan pada risiko yang lebih tinggi terkena osteoporosis, jantung, diabetes, hipertensi dan kanker payudara.


Menopause adalah periode menstruasi terakhir dan tidak dapat lagi hamil. Seiring waktu, hormon estrogen dan progesteron di ovarium perempuan perlahan berkurang. Akhirnya, fungsi ovarium tidak berfungsi yang kemudian menyebabkan menopause.


 


 



 


View the original article here



continue reading

Wednesday, 1 February 2012

Ini Dia Manfaat Bergosip

JAN29

fotoKamis, 19 Januari 2012 | 10:22 WIB

Banyak orang mengganggap gosip hanya obrolan kosong yang membahayakan reputasi seseorang. Ada pula yang berpendapat gosip alias gibah termasuk dosa besar karena tergolong fitnah.


Namun ternyata sebuah penelitian dari Universitas California, Berkeley, menunjukkan manfaat bergosip bagi tubuh, seperti mengurangi stres, menurunkan perilaku buruk, dan mencegah eksploitasi.


"Gosip selalu mendapat reputasi buruk, tapi kami menemukan bukti peran pentingnya dalam memelihara tatanan sosial," ujar salah seorang peneliti, Robb Willer, Rabu, 18 Januari 2012.


Ia mengatakan ada unsur terapis dalam bergosip. Denyut jantung seseorang akan naik ketika melihat seseorang berperilaku buruk. Tapi peningkatan ini akan lebih terkontrol ketika ia dapat memberi tahu orang lain apa yang telah ia saksikan.


"Menyebarkan informasi tentang seseorang yang mereka lihat berperilaku buruk membuatnya merasa lebih baik, menenangkan rasa frustrasi yang mendorong mereka bergosip," kata Willer.


Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa orang tidak perlu merasa buruk kalau mengungkapkan perilaku curang atau keburukan orang lain. Apalagi jika perkataannya bisa menyelamatkan seseorang dari eksploitasi negatif.



View the original article here



continue reading