Tuesday, 14 February 2012

Anak HIV Tidak Perlu Sekolah Khusus

JAN29

Seorang anak yang dinyatakan positif HIV tidak memerlukan sekolah khusus. Mereka berhak menerima pendidikan di sekolah vyang sama dengan anak negatif HIV.

Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Prof Samsuridjal Djauzi mengatakan, seorang anak positif HIV tidak akan menularkan virus HIV pada teman-temannya di sekolah. "Kenyataan di masyarakat, sudah banyak anak positif HIV yang sekolah di TK, SD, SMP, tidak perlu jadi masalah karena tidak mungkin menularkan pada temannya, misalnya dia menggigit temannya, tidak akan tertular," katanya dalam diskusi "Sekolah untuk Anak HIV Positif" di Thamrin City, Jakarta, Minggu (12/12/2010).

"Tidak perlu sekolah khusus, saya rasa mereka punya hak sama dengan anak lainnya selama kemampuan fisiknya masih memadai untuk sekolah," tambah Samsuridjal.

Hanya saja, pada umumnya, kata Samsuridjal, para orangtua tidak mengenali infeksi virus HIV. Sehingga seringkali timbul prasangka berlebih dari orang tua murid jika anaknya satu sekolah dengan anak HIV positif. "Kekhawatiran itu yang harus kita lawan," kata Samsuridjal.

Jika anak positif dipisahkan sekolahnya dari anak negatif HIV, lanjutnya, maka secara tidak langsung terjadi diskriminasi yang justu makin menjadikan anak HIV sebagai sorotan masyarakat. Yang kemudian akan berdampak buruk pada perkembangan anak.

Samsuridjal juga mengatakan, pihak sekolah yang mendidik anak dengan HIV sebaiknya menjaga rahasia kondisi kesehatan anak tersebut. "Tidak perlu dibuka, jika pihak sekolah mengetahui anak didiknya positif, harus menjaga kerahasiaan anak itu," katanya.

Dan yang paling penting, pihak sekolah, kata Samsuridjal, tidak boleh melarang anak positif HIV untuk menuntut ilmu di sekolahnya. "Anak HIV positif layak bersekolah di manapun, punya hak berkembang seperti anak biasa," pungkasnya. 




View the original article here



continue reading

Monday, 13 February 2012

Diagnosis Hepatitis Harus Segera

JAN29

Hepatitis C adalah suatu penyakit infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C. Apabila tidak segera ditangani akan berkembang menjadi sirosis dan kanker hati. Diagnosis hepatitis C harus segera dilakukan terutama bagi mereka yang termasuk kelompok risiko tinggi atau pernah terpapar darah yang diduga kontaminasi hepatitis C (HCV).

"Pemeriksaan darah awal dengan skrining anti-HCV dan pemeriksaan lanjutan bila anti HCV positif dengan HCV RNA kuantitatif dan genotipe HCV," ujar Dr Unggul Budihusodo, SpPD-KGEH, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Jumat, (24/6/2011).

Menurut Unggul, kriteria diagnostik infeksi HVC ada dua, yakni pada hepatitis C akut dan hepatitis C kronik. Namun yang menjadi masalah saat ini ada pada hepatitis C kronik, karena harus dilakukan pemeriksaan HCV RNA (biaya mahal).

"Dan kalau sudah ketemu belum tentu pasiennya mampu beli obat," cetusnya.

Unggul menuturkan, dari hasil survei yang telah dilakukannya diketahui bahwa, hanya 20 persen orang terdiagnosis yang mampu membeli obat. Sedangkan 80 persen tidak berobat karena tidak mampu.

"Kenapa harus segera memberi obat? Karena, bila sudah terjadi sirosis lanjut, satu-satunya pengobatan hanya transplantasi," kata Unggul.

Sementara Prof Dr Ali Sulaiman, PhD, SpPD-KGEH, Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan, untuk terapi transplantasi hati paling murah saat ini ada di China (Rp 700 juta).

"Sedangkan di Singapura harus siap Rp 3 miliar," ungkapnya.

Karena itu, sebelum sampai pada tahap yang lebih parah, Ali mengungkapkan perlu kiranya masyarakat mengenali tanda dan gejala dari penyakit ini. Walaupun infeksi Hepatitis C ini juga sering disebut sebagai infeksi terselubung karena infeksi dini seringkali tidak bergejala sehingga sering terlewatkan. Kalaupun ada, gejala umumnya hanya ringan dan mirip dengan flu, seperti agak lemas, mual, nyeri otot dan persendiaan, rasa tidak enak didaerah dekat hati.




View the original article here



continue reading

Sunday, 12 February 2012

Iklan Masif, Rokok Dianggap Lumrah

JAN29


Duta Masyarakat Sehat Tanpa Rokok, Zukhriatul Hafizah aktif berkampanye memberikan penyadaran bahaya rokok kepada generasi muda, salah satunya ke siswa SMA.


Meskipun kesadaran masyarakat terhadap bahaya merokok makin luas, tetap saja anak-anak dan remaja menganggap rokok itu sesuatu yang lumrah. Hal ini disebabkan banyaknya iklan rokok di media massa yang gencar setiap hari.

"Iklan yang massif di berbagai media menyebabkan anak-anak anggap itu hal biasa. Padahal, rokok itu berbahaya bagi kesehatan kita dan bisa mematikan," kata Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Laksmiati Hanafiah di Jakarta, Sabtu (2/10/2010).

Ditemui di sela-sela aksi peduli antitembakau di City Walk Sudirman, Mia mengatakan, acara-acara musik dan olahraga cukup membantu dalam menyadarkan anak-anak dan remaja tentang bahaya merokok.

"Konser musik, parade dan acara lainnya yang menyasar anak muda bisa membantu upaya kita mencegah mereka merokok," ujarnya.

Mia menilai, masyarakat, terutama generasi muda, mulai menyadari bahwa rokok itu berbahaya. "Mereka juga paham bahwa dalam aturannya, tembakau itu menyebabkan adiksi dan kematian bagi si pelaku," ujar Mia.

Untuk itu, Komnas Pengendalian Tembakau meminta pemerintah melarang iklan rokok sepenuhnya.

"Kami tidak melarang perilaku merokok atau menutup industri rokok, melainkan mengatur mereka dan melarang pemuatan iklan rokok melalui media apapun," ungkap Mia yang diamini Sekjen Komnas Pengendalian Tembakau, Suhardi.




View the original article here




Peliculas Online

continue reading

Saturday, 11 February 2012

SetiapHari Tubuh Manusia Tercemar Toksin

JAN29

Setiap hari tubuh manusia tercemar toksin (racun), baik dari sisa hasil metabolisme yang tidak diharapkan, maupun dari luar tubuh manusia, melalui makanan, minuman, dan udara.

Semakin banyak polusi udara di lingkungan dan semakin banyak kita memperoleh toksin dari makanan dan minuman, maka semakin besar peluang tubuh kita menumpuk toksin, sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit.

"Gejala yang paling sederhana bahwa di dalam tubuh kita banyak terdapat racun adalah keringat berbau tak sedap, mudah pusing, mual, mengantuk, dan badan terasa lemas meski telah banyak makan," demikian papar Prof Dr Ir Hardinsyah, Guru Besar Ilmu Gizi di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor, Rabu (9/8/2011).

Ia memaparkan, secara fitrah manusia memiliki kekuatan yang mampu menjaga kesehatan dirinya sendiri, karena dianugerahi paru-paru, usus, hati, dan ginjal, yang salah satu fungsi utamanya adalah untuk membersihkan toksin. Kekuatan ini akan semakin melemah apabila asupan gizi tidak lengkap, sehingga akan memengaruhi fungsi organ tubuh lainnya.

Detoksifikasi adalah proses penetralan dan pengeluaran untuk meminimalkan bahkan menghilangkan toksin dari dalam tubuh atau lebih dikenal sebagai internal cleansing. Proses ini bermanfaat untuk membuang segala macam zat yang tidak diperlukan oleh tubuh.

"Organ detoks utama dalam tubuh kita adalah hati, ginjal, paru-paru, sistem limpatik, dan kulit," katanya.

Karena tubuh terdiri atas rangkaian organ yang saling berhubungan, maka manfaat yang optimal akan diraih bila detoks dilakukan secara terintegrasi dengan latihan fisik atau olahraga yang memicu pengeluaran keringat. Hal lain yang  paling penting adalah latihan mental dan spiritual seperti puasa sebagai ibadah.

Detoks yang terakhir ini tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga dapat memurnikan bahkan meningkatkan sensitivitas pikiran, perasaan, dan spiritual kita. Pola makan yang salah atau perilaku tidak sehat akan memicu produksi toksin yang membahayakan dalam tubuh.

Puasa sebulan yang dilakukan setiap tahun, dapat dijadikan arena ibadah sambil meraih manfaat detoks secara berkala. Hal itu dapat menormalkan kembali proses-proses metabolisme alami tubuh, memurnikan atau membersihkan darah dan cairan tubuh, meminimalkan peradangan, mempercepat peremajaan sel, mengoptimalkan kerja organ-organ penting tubuh.

Selain itu, melancarkan sirkulasi darah dan sistem pengeluaran tubuh melalui fases, urine, dan keringat.




View the original article here



continue reading

Friday, 10 February 2012

7 Makanan Sehat untuk Penderita Kanker Payudara

JAN29

Peneliti di University of North California menemukan fakta bahwa wanita yang memasukkan aktivitas olahraga ringan dalam gaya hidup mereka bisa meningkatkan peluang bertahan dari kanker payudara--jika mereka didiagnosis terkena penyakit ini.


Selain melakukan olahraga rutin, mengkonsumsi makanan sehat juga terbukti membantu menurunkan risiko terkena penyakit kanker. Cek daftar makanan terbaik untuk melawan kanker di bawah ini:


1. Wortel
Wortel kaya akan beta-karotin, antioksidan yang sangat kuat menjaga kesehatan perut, prostat, dan mengusir kanker paru-paru.


2. Kubis/kol
Sayuran ini mengandung indole-3-carbinol yang dikatakan bisa melawan kanker.


3. Brokoli
Brokoli dikenal luas sebagai sayuran pelawan kanker karena enzim glucoraphanin yang dikandungnya melindungi tubuh dari kanker usus besar.


4. Tomat
Merupakan sumber kaya antioksidan-lycopene, yang memproteksi tubuh dari berbagai sel kanker. Tomat juga mengandung vitamin C yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.


5. Bawang Putih
Bukan hanya rasanya yang membuat masakan kita lezat, tapi mengkonsumsi bawang putih juga merupakan cara pintar untuk mencegah kanker masuk ke dalam tubuh kita.


6. Biji rami
Biji rami mengandung antioksidan yang kuat yang disebut "ligan" yang membantu sel-sel tubuh tetap sehat dan aman dari sel-sel mengandung kanker. Biji ini juga mengandung omega-3 yang dipercaya mencegah kanker usus besar.


7. Blueberry
Disebut sebagai salah satu makanan yang mengandung antioksidan tertinggi, blueberry menjaga agar sel-sel tubuh sehat dan penuh oksigen, sehingga menjauhkan tubuh dari serangan sel-sel kanker.


 


 


View the original article here



continue reading